31 Maret  2018 Terakhir Pelaporan SPT Pajak Pribadi, Jika tidak ini Sanksinya – Tanggal 31 Maret 2018 merupakan hari terakhir pelaporan Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) pajak PPh periode 2017. Adapun cara pelaporan SPT bisa dengan mendatangi langsung ke kantor pelayanan pajak di daerahnya masing-masing atau dengan sistem e-filling online pada situs https://djponline.pajak.go.id/

Hestu Yoga Saksama yang saat ini menjabat sebagai Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Humas Ditjen Pajak, menghimbau masyarakat yang wajib pajak yang belum melaporkan SPT nya agar segera diselesaikan secepatnya.

“Tanggal 31 Maret terakhir pelaporan SPT pajak pribadi. Segera manfaatkan waktu yang tersisa” ucap Hestu.

Baca Juga: Mau Lapor SPT Pajak? Begini Caranya

Hestu juga menyarankan bagi para wajib pajak tidak perlu datang ke kantor pajak jika sudah terdaftar atau bagi yang sudah mempunyai akses e-filling, karena bisa dilakukan dengan mudah secara online dalam 24 jam.

“Masyarakat wajib pajak saat ini tidak susah dalam melaporkan pajak tahunannya karena pemerintah sudah memberikan kemudahan dengan cara online beserta tutorial cara penggunaannya” jelas Hestu.

Seperti disampaikan Direktorat Pajak, batas waktu pelaporan SPT sesuai dengan UU KUP jatuh pada tanggal 31 Maret bagi wajib pajak (WP) orang pribadi (OP) dan tanggal 30 April bagi wajib pajak badan.

“Mari segera laporkan SPT tahunan anda sebelum tanggal 31 maret 2018, Karena pajak ini juga kan untuk pembangunan daerah kita Ucapnya.

Kenapa sih harus ribet lapor SPT lagi, Padahal sudah dipotong?

Mungkin banyak di antara anda yang bertanya-tanya dan mengeluh, “Kami merupakan karyawan dan sudah dipotong langsung oleh perusahaan saat terima gaji, lalu kenapa masih repot harus lapor SPT lagi?”

Nah, untuk penjelasannya ada pada Pasal 3 ayat 1 Undang-Undang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (UU KUP) yang menyebut fungsi SPT bagi Wajib pajak adalah sebagai sarana untuk melaporkan dan mempertanggungjawabkan penghitungan jumlah pajak yang sebenarnya terutang.

Jadi, bisa diasumsikan bahwa meskipun sebagai karyawan yang pajaknya telah dipotong dan dibayarkan oleh perusahaan, SPT tetap wajib disampaikan karena bisa saja beberapa karyawan memperoleh penghasilan dari sumber lain seperti pekerjaan sampingan sebagai agen asuransi, jualan online/offline dan sebagainya.

Apakah ada sanksi jika tidak melaporkan SPT?

Satria Mekar Utama yang saat ini menjabat sebagai Juru bicara Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan (DJP) Kemenkeu, mengatakan bahwa akan ada dikenakan denda bagi wajib pajak yang terlambat melapor atau bahkan tidak melaporkan sama sekali.

“Sanksi normalnya bagi wajib pajak yang terlambat melapor SPT Pajak sebesar Rp1 juta bagi WP Badan dan Rp100 ribu untuk WP OP,” kata Mekar

Sementara itu, jika dikemudian hari ditemukan adanya kerugian negara sehingga diperlukan untuk dilakukan sanksi pidana terhadap wajib pajak terkait. Maka akan dikenakan Pasal 39 UU KUP Nomor 16 Tahun 2009 yang tertulis barang siapa yang dengan sengaja atau lalai menyerahkan SPT Pajak, bahkan mengisi informasi palsu pada formulir SPT Pajak, baik manual maupun online akan dijatuhi hukuman pidana minimal 6 bulan dan maksimal 6 tahun.

Jadi, sudahkah Anda melaporkan SPT Pajak? Pastinya anda tidak ingin dikenakan sanksi atau denda kan? Maka dari itu luangkan waktu anda untuk mengisi atau melaporkan SPT anda – 31 Maret  2018 Terakhir Pelaporan SPT Pajak Pribadi, Jika tidak ini Sanksinya

sejutainformasi.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here