Perusahaan PT Hantong Precision Manufacturing hengkang. Perusahaan moulding itu menghilang meninggalkan aset dan karyawan.

PT Hanfong Precision Manufacturing  terletak di Komp Citra Buana Centre Park Lot 2, Jalan Yos Sudarso, Kampung Seraya, Batu Ampar, Kp. Seraya, Batu Ampar, Kota Batam, 

Para karyawan tidak mengetahui setelah tiba-tiba manajemen perusahaan kosong.

“Diduga menghindari THR dan pesangon,” ujar Ketua Apindo Kepri, Ir Cahya, kepada batamnews.co.id, Kamis (7/6/2018).

Menurut Cahya, dalam kurun waktu beberapa bulan belakangan, fenomena hengkangnya perusahaan di Batam kerap terjadi. Datanya yang terhimpun selama 2018 mencapai 29 perusahaan hengkang.

Baca juga: Dijatuhi Hukuman Mati – Dedi Pembunuh Deli Cinta Memohon Keringanan Hukuman

“Satu persatu angkat kaki dari Batam. Penyebab utamanya ada dua. Pertama karena upah yang sudah terlalu tinggi, dan kedua adalah masalah perburuhan yang sering terjadi,” ucap Cahya.

Ia mengatakan, masalah ini cukup serius dan perlu perhatian khusus. “Kalau yang sudah berinvestasi di sini aja kita tidak bisa pertahankan, bagaimana kita mau mengajak yang baru masuk,” ujar Cahya.

Masalah tersebut menimpa perusahaan seperti PT Foster, PT Tai Cheng, PT Hantong.  Foster relokasi ke Vietnam karena permasalah upah di Batam yang tinggi.

PT Tai Cheng lagi digoyang demo, dan Hantong malah kabur diam-diam,” ujar Cahya.

Cahya menambahkan, Apindo mendapat informasi, masih banyak perusahaan di Batam yang bermasalah.

Mereka tak mampu membayar gaji sesuai Upah Minimun Kota (UMK).

“Mereka hanya mampu bayar sekitar Rp 2,5 – 2,8  juta. Lalu mau diapain?” katanya.

Semuanya pengusaha lokal, kata Cahya, mereka paham hal ini melanggar hukum ketenagakerjaan. “Tapi harus bagaimana? Mereka mau dimatiin, pengangguran pasti akan bertambah lagi,” cetusnya.

Apindo pun berharap pemerintah daerah harus melek terhadap masalah ini. Tidak lagi sibuk-sibuk menaikkan gaji UMSK hanya karena demo.

“Pikirkan mereka (para pencari kerja) yang masih lagi menganggur dan butuh pekerjaan, pikirkan majikan-majikan yang hrs bertahan beroperasi demi karyawan-karyawannya, pikirkan bagaimana menarik investor-investor yang berbasis padat karya agar bisa menyiapkan lapangan kerja yang luas,” paparnya.

Selain itu, kata Cahya, para pimpinan serikat pekerja harusnya ikut memikirkan nasib teman-temannya yang masih jadi pengangguran.

“Jangan hanya melihat satu sudut bahwa gaji tidak cukup terus. Kemudian mengambil langkah-langkah yang justru semakin membuat temannya jadi pengangguran,” ujar Cahya.

Ia pun mengajak, serikat buruh, pengusaha, serikat pekerja, dan pemerintah daerah menciptakan iklim yg kondusif untuk para pengusaha, para investor sehingga bisa menciptakan lapangan kerja yang luas.

Artikel ini telah dimuat di batamnews.co.id dengan judul Cahya: UMK Tinggi, PT Hantong Angkat Kaki Diam-diam

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here