No ratings yet.

Sejutainformasi.com – Sering kali pertanyaan , kapan dilamar selalu menghantui kita. Aku kapan dilamar ??
Apalagi jika sedang berkumpul dengan keluarga dan kerabat yang selalu mempertanyakan “kapan menikah ? kata yang berhasil menyangkut di kepala dan berhasil membuat hati dan hari berhenti.

Rasanya selalu ingin bilang ke doi, yank kapan aku di lamar ? itu juga kalau berani ngomong terus terang, paling banter dengan kode kodean. Secara wanita memang sulit untuk terus terang membahas soal seperti ini dengan pasangannya.

Tapi sayang sebanyak apapun wanita memberi kode ingin kejenjang pernikahan, namanya juga lelaki paling sulit dan gak paham dengan kode yang di lontarkan.sekedar hanya menuntut tapi enggan berbenah diri.

Alih alih menunggu kenapa kita tak coba berbenah diri, sebab kadang kesiapan dirilah yang menentukan lamaran itu datang, karena menikah itu bukan hanya sekedar kita ingin saja melainkan bahwa kita memang sudah butuh menikah dengan persiapan matang.

Mari Lihat mana yang perlu diperbaiki dan dipersiapkan

1. Mengatur emosi untuk gak gampang marah ataupun ngambek kan jadi istri harus banyak sabar

Namanya juga wanita, mudah uring uringan dalam segala hal termasuk soal kapan dilamar.

Jika si pria gak mampu mengartikan kode yang diberi bisa jadi wanita ngambek tanpa kejelasan berhari hari, namanya juga menikah, jika masih mempertahankan ngambek sebagai jurus jitu ? bagaimana kamu bisa mengatasi sikap pasanganmu yang setiap sat bisa saja berubah dan bikin suasana gak nyaman.

Lantas dengan tidak mampu mengatur emosi dan gampang ngambekkan pria akan berfikir seribu kali untuk memilih menghabiskan waktu denganmu di hari tua.

Oleh sebab itu, alangkah bijaknya sebagai wanita dewasa kita mampu mengatur gejolak emosi, Boleh kok ngambek tapi jangan lama lama dan gak jelas yaa. Utarakan hal yang tidak kamu sukai dan apa yang kamu inginkan dari pasangan. Atur waktu, kata dan tenang diri dengan melakukan hal atau kegiatan.

Agar ketika ingin menyampai kan sesuatu kamu tak mudah marah dan ngambek sesuk hati di depan anakmu kelak

2. Sudah belajar untuk bangun pagi, jangan malas bangun pagi ya

Gak asing lagi ya kalimat “anak gadis gak baik bangunnya siang”. Gak Cuma ibumu atau nenek buyutmu yang rajin berkata seperti itu.

Bukan tanpa alasan orangtua menyuruh untuk bangun pagi, mulai dari nasehat dan peringatan berkali kali agar mau mengerjakan pekerjaan rumah di pagi hari dengan alasan agar mendidik kita mempersiapkan segala hal di pagi hari. Mulai memasak sarapan pagi, beberes rumah dan sebagainya.

Sebab banyak keuntungan yang kita dapat memulai aktivitas di awal pagi. Segala sesuatunya terkontrol dengan baik.karena ketika kamu menikah nanti , segala pekerjaan rumah adalah tugasmu mengerjakannya, sekaligus ada yang ikut membantu kamu pun harus turun tangan ikut campur memastikan segalanya baik untuk keluarga kecilmu.

Jadi sekarang kamu sudah mau bangun pagi dan mengerjakan pekerjaan rumah belum ?

3. Biar gak terlalu bergantung, usahakan kamu mampu mandiri

Adanya pasangan memang untuk berbagi banyak hal, tapi bukan berarti kamu bergantung banyak hal padanya. Masa iya mau berangkat kerja saja kamu harus minta di antar dengannya padahal sebelum bersamanya kamu bisa pergi sendiri dan melakukan banyak hal sendirian.

Harusnya ada atau tidak adanya pasangan kamu memang harus mandiri, mampu membedakan mana hal yang memang bisa dikerjakan sendiri dan mana yang memang butuh pasangan untuk membantu. Sebab saat kamu menjadi istri kelak kamu dituntun untuk melakukan banyal hal secara dalam waktu bersamaan.

Meningat Karena suami dengan segala kegiatannya belum tentu ada saat kamu butuh melakukan sesuatu. Bukankah membangun rumah tangga dibutuhkan kerja sama ?

4. Jaga perilaku dan jaga sikap dimanapun kamu berada

Jangan hanya penampilan saja yang di jaga, tapi sikap tidak mengimbangi. Menjaga penampilan untuk pasangan memang penting, tapi masa iya kamu tetap membiarkan sikap kebiasaan nyinyirmu terbawa bawa sampai kamu menjadi seorang ibu ?.

Bukankah ibu adalah mandrasah terbaik buat anak-anaknya ? jika sikap nyinyir dam sesuka hatimu menilai seseorang, apakah kamu mau anakmu kelak menjadi anak yang tidak tahu cara nya menghargai orangtua ? kamu bakal jadi panutan untuk anakmu.

Apa iya kamu ingin anakmu bersikap buruk seperti melawan atau mengacuhkanmu? Kamu pun perlu tahu, perilaku dan sikapmu ini juga yang jadi patokan dewasa atau tidaknya dirimu, jadi sebelum terlanjur menjadi seorang ibu alangkah baiknya berbenah diri sembari menunggu momen dilamaran

5. Perbanyak ilmu pengetahuan agar jadi bekal mengajar anak anakmu kelak

Kamu perlu tahu bagaimana cara menjelaskan sesuatu yang baik dan mudah dimengerti oleh anak. Kamu harus paham apa saja yang dibutuhkan anakmu dalam masa pertumbuhan di setiap tahunnya.

Paling tidak kamu punya dasar yang bisa jadi bekal untuk mengajarkan anak-anakmu nantinya.

Coba kamu ingat waktu kecil berapa banyak hal asing yang tidak kamu ketahui lalu kamu pertanyaakan pada ibumu ? lalu bagaimana kesiapan ibu menjawab segala hal yang kamu pertanyakan ? menjadi seorang istri artinya kamu menjadi seorang ibu yang harus banyak berbekal ilmu sebab ibu adalah mandrasah dan guru untuk perkembangan anak-anaknya

6. Sebab jadi istri tak semudah membalikkan telapak tangan

Tak kunjung dilamar bukan berarti dia tak serius denganmu, bisa jadi dia tengah melihat seberapa besar usahamu memantaskan diri menjadi seorang istri dan ibu bagi anak-anaknya.

Dia bukan hanya ingin membngun batera rumah tangga saja denganmu. Namun ingin menjadikanmu fatner yang bisa di ajak berbagi dalam segala hal. Menjadikanmu seseorang yang mampu mengimbanginya dalam artian kamu bisa menempatkan diri dalam segala situasi dan kondisi termasuk mengerti kebiasannya, mengetahui trasidi keluarganya, paham akan hoby nya dan segala hal tentangnya.

Sebab menikah bukan hanya tentang kamu dan dia saja melainkaan menyatukan dua keluarga yang tidak saling mengenal satu dengan yang lain.

Jadi urusan cepat atau tidaknya kamu menikah itu tergantung kamu sendiri. Kesiapan diri menjadi salah satu faktor yang paling utama yang tak bisa disepelekan. Bisa saja kan tiba- tiba bulan depan, atau beberapa bulan mendatang dia melamarmu ?

Gak perlu muluk muluk agar penantian dilamarnya gak terasa membosankan yuk berbenah diri..

Created by @tuty.siborulubis

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here