No ratings yet.

Suratberita.com – Sejumlah warga sempat melakukan aksi unjuk rasa di kantor Bright PLN Batam akan tetapi hal tersebut tidak mempengaruhi keputusan PLN untuk menaikkan tarif listrik.

“Buat makan ja saat ini sudah susah. Listrik dinaikan lagi. Secara perlahan kita diusir dari Batam biar pada pulang kampung,” ujar Anto warga Batam, Selasa (5/12/2017).

Kenaikan TDL sebesar 45% ini memang sudah disepakati oleh pemerintah provinsi dan daerah.

Banyak keluhan dan jeritan warga Batam terkait kenaikan tarif ini salah satunya Bakra Bakar pengguna media sosial facebook yang mengeluh atas kenaikan TDL ini.

“Kepada Bapak Gubernur Keprii yang terhormat, sungguh sangat berat beban masyarakat saat ini. Apakah bapak selaku gubernur turut merasakan penderitaan masyarakat Batam membayar listrik. Bulan lalu saya membayar listrik Rp 245 rb. dan Kemudian bulan ini saya harus membayar Rp 309 ribu.” ucap Bakra Bakar di medsos Facebook.

Bakar pun mengaku tak tahu harus mengadu ke mana. Bahkan untuk mengadu ke walikota pun ia pesimis.

Begitu pula hal yang dirasakan Wynandy Nurmanitha. Menurutnya dengan kondisi ekonomi batam yang sedang terpuruk ditambah dengan kenaikan TDL sudah sangat memprihatinkan.

Syafrizal, Warga Batam lainnya, juga tutut mengatakan, atas dasar apa tarif dasar listrik di Batam ini paling tinggi se-Indonesia?

Dadan Kurniadipura sebagai Direktur Utama bright PLN Batam saat ini belum bisa berkomentar banyak soal kenaikan tarif tersebut termasuk juga soal pemadaman bergilir yang masih saja terjadi.

Sebelumnya PLN Batam sudah berjanji tidak akan ada lagi pemadaman setelah kenaikan tarif namun pemadaman masih kerap terjadi di berbagai tempat di batam.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here