Prabowo : Mereka Ramalkan Indonesia Akan Bubar Tahun 2030, Kita Harus Waspada – Pernyataan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto bahwa Indonesia “bubar” pada 2030 membuat suatu polemik. Pro dan Kontra berdatangan akibat pernyataan beliau.

Beberapa kalangan, termasuk pihak Istana mempertanyakan dasar Prabowo menyatakan hal tersebut. Prabowo sendiri mengatakan itu berdasar kajian ilmiah pakar di luar negeri.

Namun, ada kalangan yang menyebut dasar pernyataan Prabowo adalah karya fiksi berupa novel berjudul ‘Ghost Fleet. Novel itu ditulis PW Singer dan August Cole. Keduanya dari Amerika Serikat (AS).

“Pemimpin oposisi Indonesia mengutip #GhostFleet dalam pidato kampanye berapi-api,” tulis Singer.

Singer juga mencantumkan tautan sebuah media berbahasa Inggris yang memberitakan tentang Prabowo mengutip novelnya. Singer menyebut ini sebagai hal yang tak terduga.

“Ada banyak liku dan perubahan tak terduga dari pengalaman buku ini, tapi ini mungkin mengambil bagiannya,” tulis Singer lagi.

Ghost Fleet adalah tulisan fiksi ilmiah. Singer sendiri adalah seorang peneliti politik dan perang. Selain itu, dia dikenal sebagai editor lepas dari majalah sains dan teknologi, Popular Science.

Lalu, apa sebetulnya isi novel Ghost Fleet ini?

Plot utama novel ini menceritakan perang antara tiga negara raksasa dunia, yakni Amerika Serikat, Rusia, dan Tiongkok.
Plot ceritanya pun cukup menarik, dan mirip dengan cerita film action atau perang.
Negara Tiongkok, di masa depan digambarkan menguasai energi dunia lewat cadangan gas bumi.
Penyebabnya, pada 2030, harga minyak melejit gila-gilaan akibat dua hal.
Pertama, terjadi kekacauan di Indonesia karena terjadi perang di Timor. Lalu, ada tragedi bom dahsyat di Dhahran, Arab Saudi.
Pada masa ini, Indonesia ditulis sebagai negara yang ‘gagal’, terjadi kekacauan di mana-mana.
Merasa punya sumber energi melimpah, Tiongkok kemudian berambisi untuk menguasai dunia, khususnya di kawasan Pasifik Barat.
Untuk mewujudkan ambisi itu, mereka harus menaklukkan Amerika Serikat. Strategi yang dipakai Tiongkok adalah meretas sistem keamanan siber Amerika.
Sejumlah alat pertahanan militer Amerika diceritakan bobol.
Peralatan canggih serta sistem pertahanan Amerika yang berbasis satelit, lumpuh.
Rusia, yang menjadi sekutu Tiongkok, sampai berhasil merebut pangkalan militer Amerika di Okinawa, Jepang.
Bersama Rusia pula, Tiongkok kemudian berhasil melumpuhkan Hawaii, bahkan mendirikan ‘negara’ baru di Hawaii.
Singkat kata, pertahanan Amerika di kawasan Pasifik, lumpuh.
Karena semua alat tempur canggih Amerika lumpuh karena serangan hacker Tiongkok, Amerika akhirnya malah menggantungkan harapan di kapal perang kuno.
Kapal-kapal perang jadul Amerika ini sebetulnya sudah dalam status ‘dipakai enggan, dibuang sayang’.
Tapi, karena mereka tak memakai sistem canggih, justru membuat mereka tak bisa dilumpuhkan lewat internet oleh para hacker.
Mereka tak bisa terdeteksi, dan akhirnya malah jadi kunci sukses Amerika bertahan melawan Tiongkok dan Rusia.
Itulah mengapa novel ini memakai judul ‘Ghost Fleet’, yang bermakna ‘Kapal Hantu’.

 

Intinya Agar Indonesia Lebih Waspada

Kamis (22/3), Prabowo menyampaikan tujuannya mengeluarkan pernyataan itu, yaitu agar masyarakat Indonesia waspada akan penjajahan asing.

“Saya sampaikan ke lingkungan kita untuk kita waspada jangan kita anggap enteng persoalan karena ya seperti itu dari awal lahirnya republik kita, sudah banyak yang iri sama kekayaan kita,” kata Prabowo saat ditemui di Hotel Milenium Sirih, Jakarta.

Prabowo menilai banyak pihak asing yang siap merampok kekayaan sumber daya alam Indonesia jika masyarakat tidak berhati-hati.

Dia mengingatkan rakyat untuk tetap waspada.

“Mereka ingin menjadi kaya dari kita. Kita disuruh miskin terus. Jadi ini fenomenanya. Kalau nggak percaya sama saya dan nggak mau dengar ya nggak apa-apa. Ini kewajiban saya sebagai anak bangsa. Saya harus bicara kalau melihat suatu bahaya,” kata Prabowo.

Sebelumnya, pada September 2017 lalu Prabowo juga melontarkan pernyataan serupa dalam seminar di Universitas Indonesia.

“Ghost Fleet ini novel tapi ditulis dua ahli strategis dari Amerika, menggambarkan sebuah skenario perang antara China (Tiongkok) dan Amerika tahun 2030. Yang menarik dari sini bagi kita hanya satu, mereka ramalkan tahun 2030 Republik Indonesia sudah tidak ada lagi,” kata Prabowo.

Kini, pernyataan serupa menjadi topik hangat setelah muncul video Prabowo di akun Facebook Partai Gerindra.

 

Artikel ini telah tayang di tribunbatam.id dengan judul  Indonesia Bubar 2030. Penulis Novel Ghost Fleet Posting Foto Prabowo di Akun Twitter,
Penulis: dwie sudarlan
Editor: dwie sudarlan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here